Selasa, 11 Desember 2007

Sejarah Permusikan Jazz

Dalam sejarah permusikan jazz kata 'bop' digunakan (setahu gw) untuk beberapa style dari genre jazz, yaitu: bebop, hard bop, post bop, neo bop, juga Bop Marley (hehe kidding). Walopun keempatnya menggunakan kata ‘bop’ enggak berarti mereka berhubungan secara langsung. Tapi secara tidak langsung ada keterkaitan antara keluarga ‘bop’ tsb. Misalnya hard bop or post bop lahir dari kritikan atas tren bebop. Walopun begitu tidak bisa dibilang penyebab langsung karena jauh sebelum hard bop ada, sudah ada lebih dulu warna lain yang secara langsung merupakan 'kritik' atas tren bebop (akhir dekade '40an), yakni 'west coast jazz' (nama lainnya cool jazz) karena kebanyakan musisinya dari Los Angeles, California (daerah pantai barat AS).


Namun saya katakana pengaruhnya secara tidak langsung karena hard bop oleh beberapa orang justru diklaim sebagai reaksi para musisi jazz 'East Coast' (daeraah sekitar New York) atas populernya cool jazz. Jadi bukan reaksi atas bebop itu sendiri. Hard bop mulai naik daun di pertengahan '50an juga merupakan hasil intepretasi musisi jazz generasi baru saat itu atas bebop. Ciri-ciri hard bop, tidak bertempo sangat cepat seperti bebop, progresi kord dan melodinya lebih sederhana dan soul (tapi jangan bukan seperti soul musik saat ini), bassline juga gak harus walking bass (lebih demen memakai bassline berpola layaknya musik soul). Hard bop lebih berumur panjang trendnya,yaitu sejak pertengahan '50an hingga akhir '60an, dan juga pengaruhnya sangat besar bagi terciptanya style-style jazz sesudahnya. Pengaruhnya masih teraasa hingga era '80an. Yang paling kentara ketika musisi jazz era '80an tersebut bermain mainstream. Hard bop sendiri makin membuka gerbang bentuk kreativitas baru, seperti gaya modal (Davis-Coltrane-Evans) dan soul-jazz (Horace Silver cs) yang sering disebut sebagai bagian dari 'keluarga besar hard bop'. Di era ini pula lahir istilah 'standard jazz', membawakan lagu-lagu non-jazz atau lagu pop dalam bentuk jazz.(jangan bayangkan lagu pop jaman sekarang, karena lagu pop yg dimaksud adalah lagu-lagu kabaret).


Di tengah era hard bop itu (pertengahan '50an sampai akhir '60an), beberapa musisi jazz muda mencoba mengadopsi beberapa cirri khas hard bop menjadi sebuah warna baru. Banyak tokoh hard bop yang ada dibalik warna-warna baru ini. Misalnya Coltrane, di mana album 'Love Supreme'-nya sering diklaim bikin gara-gara hingga lahir avant garde serta free jazz. Atau Miles Davis dengan 'In A Silent Way'-nya yang mendorong lahirnya jazz-rock (album ini oleh beberapa orang diklaim sebagai pendorong lahirnya jazz-rock). Malah ketika Bob James, Dave Grusin, dan temen2 mereka lainnya (dari geng Pantai Barat) memodifikasi jazz-rock menjadi lebih poppish (mengutip IBS atau DownBeat disebut sebagai 'the 2nd generation of jazz-rock', atau sekarang orang lebih suka menyebutnya sebagai fusion), idiom-idiom dari hard bop lah yang banyak diadaptasi.


Ketika musisi jazz lagi keranjingan modal jazz, free jazz, dan sebagainya, tiba-tiba muncul satu kelompok yang terdiri para musisi muda jazz yang mencoba memainkan tradisi bop (bebop dan hard bop) dalam konteks serta intepretasi yang lebih moderen. Mereka memainkan karya-karya sendiri yang melodi, chord, aransemen, pilihan note saat improvisasi serta nuansanya sedikit berbeda dengan bebop atau hard bop. Mereka yang menamakan kelompok ini sebagai The Young Lions (Wayne Shorter cs) tersebut mulai memperkenalkan riff-riff atau comping non-jazz (di piano, layaknya gaya funky & R&B) juga walking bass serta bentuk ritmik pada drum yang lebih longgar serta bebas (tapi tak sebebas free jazz). Walau hanya sempat merilis satu album terus bubar ('60an awal), The Young Lions dianggap membawa angin segar dalam jazz. Terbukti banyak musisi senior mereka yang kena pengaruh, misalnya Cannonball Adderly atau Art Blakey & Thye Jazz Messanger yang rajin

bermain dengan warna ala Wayne Shorter cs itu, yang kemudian oleh media disebut sebagai 'post bop'.


Post bop makin populer sebagai 'warna alternatif' yang diambil musisi jazz muda era '60an akhir hingga sekarang ketika mereka enggak mau main fusion atau jazz rock, tapi memilih bermain 'mainstream'. Post bop sendiri semakin lama semakin kaya. Tak hanya ditingkahi pengaruh soul, gospel, atau funky, tapi ketika masuk 'era '80an ke sini malah banyak disisipi beat-beat rock (misal, penggunaan power pada drum bahkan efek distorsi pada gitar, namun diiringi walking bass dan harmoni ala jazz terutama penggunaan struktur modal jazz). Atau di sisi teknis, musisi yang rajin main post bop, juga memasukkan bunyi-bunyian non-akustik, misal synthetizer, elektrik bass, bahkan sequencer (contoh paling populer tuh komposisi 'Got A Match'-nya Electrik Band).


Masuk era '80an, ketika jazz sedang dilanda fusion, crossover jazz, dan lain-lain (post bop juga gak gede-gede banget saat itu, maklumlah karena baru naik daun lagi justru pas masuk era '90an), muncul generasi muda musisi jazz di New York yang kembali memainkan jazz layaknya musisi '40an-'50an. Sekelompok anak muda yang dimotori adik-kakak Wynton dan Branford Marsalis ini membentuk band yang juga dinamakan 'The Young Lions' karena ingin membawa semangat yang sama ketika Wayne Shorter cs muncul di tahun '60an. Marsalis bersaudara ini seperti melakukan 'pemurnian' kembali jazz dengan mengangkat idiom-idiom swing dan bebop ke permukaan. Bahkan Wynton juga bereksperimen dengan mengangkat kembali gaya swing big band layaknya Glen Miller, Artie Shaw, dan lain-lain. Ulah Marsalis bersaudara ini ternyata sukses, membuat para penggemar jazz muda saat itu kembali keranjingan swing dan bebop. Bahkan melahirkan kembali musisi2 muda jazz yang lebih tradisional tapi terdengar moderen

(Kenny Garret, Joshua Redman, Harry Connick Jr dan lain-lain). Lagi-lagi media dan industri dibuat pusing, hingga harus memberi generasi ini sebuah label untuk musik mereka yakni neo-bop.


Tapi asyiknya sih kita jangan melakukan dikotomi secara ketat atas musik2nya para musisi jazz era '80an ke sini, apakah mereka masuk geng post bop atau neo bop, karena pelabelan kan kerjaan media dan industri. Kenyataannya banyak contoh musisi yang gak harus berada di warna musik itu melulu. Sebut saja Joshua Redman (saksofonis), yang awalnya begitu tradisional, tapi juga kadang ber-post bop ria, malah sempat juga bergaya fusion. Atau YellowJackets, ketika masuk album 'Four Corners', warna post bop langsung terasa. Tapi kadang mereka begitu tradisional, seperti yang tergambar di beberapa lagu dalam album 'Dreamland'.


Di tulis ulang dari milis KJK.

Read More

Rabu, 07 November 2007

Artificial Group (Matrix) dam Polyrhytms








Di













Yg paling atas adalah matix (bisa diklik utk memperbesar gambar), dan yg lain adalah contoh fariasi 16th note, mulai dari fivestroke sampai eight stroke.


Forum klinikdrum.com sedang hangat membahas tema ini, Artficial grouping, or yg saya lebih suka disebut matrix, dan juga polyrhytms. Artificial/Matrix sendiri itu apa? Matrix itu adalah pembagian note dalam satu ketuk, bukan dalam satu birama ya. Contoh misalnya triplates yg membagi menjadi tiga note dalam satu ketuk, dan ada 12note dalam satu bar 4/4. Kalo dinyanyikan jadinya "one-tri-plate two-tri-plate three-tri-plate four-tri-plate". Atau contoh yg lain, quintaplets yg membagi satu ketuk menjadi lima note, dan menjadi 15 note dalam satu bar 3/4. Kalo dinyanyikan kira-kira jadinya begini "one-ka-ta-ki-ta two-ka-ta-ki-ta three-ka-ta-ki-ta".

Matrix sendiri memiliki pelafalan sendiri, sehingga tidak akan membuat orang terkecoh dengan fivestroke roll, misalnya, atau sevenstroke roll. Pelafalan yg dianut Matrix adalah dengan menggunakan bahasa latin, semisal mono, duo, trio, ...., octa, nano, penta, dst, dengan akhiran plate yg artinya dalam bahasa latin, pukulan. Kita mulai dari duplates (dua), triplates (tiga), quarduplates (empat), quintaplates (lima), sextaplates (enam), septaplates (tujuh), octuplates (delapan), nontuplates (sembilan), dan tentaplates (sepuluh). Mungkin masih ada setelah sepuluh, misalnya sebelas atau dua belas, namun yg umum dipakai hanya sampai sepuluh.

Kalo matrix merupakan pembagian note dalam satu ketuk, lalu apa bedanya dengan fivestroke roll atau sevestroke roll seperti pada contoh diatas? Apakah fivestroke roll dan quintalets sama? Stroke roll, baik Fivestroke roll atau sevenstroke roll (bahkan ada ninestroke, tenstroke, dan semua yg menggunakan stroke dengan pelafalan angka dalam bahasa inggris), merupakan note 16th or 32th note yg dimainkan dengan jumlah lima, tujuh, atau berapa saja sesuai dengan namanya. Misal ninestroke, sembilan note 1/16, atau tenstroke, yg berarti sepuluh note 1/16.

Jika stroke roll ini dimainkan dalam 16th note, apakah juga bisa dimainkan dalam matrix? Tentu saja bisa! Misalnya fivestroke on quintaplets. Ini nantinya jembatan menuju polyrhytms.

Apa yg dimaksud dengan Polyrhytms? Dari kata Poly yg berarti banyak, berarti bisa disimpulakan bahwa arti harafiahnya merupakan ritem yg banyak. Rhytms yg dimaksud disini adalah bilangan atau note dalam matrix (artivicial group). Polyrhytms adalah dua atau lebih matix atau artifical group yg dimainkan secara bersamaan. Miasalnya yang paling umum memainkan triplates dan quarduplates bersamaan.

Gunanya apa dalam drum atau bermai musik? Gunanya untuk membuat anda pusing. Gak lah. Gunanya, membuat sanse of value not kita menjadi lebih peka. Kita tidak asal sembarang aja meletakan pukulan. Selain itu matrix dan polyrhythms merupakan teknik yg akan lebih banyak dipakai dalam bermusik.
Read More

Kamis, 25 Oktober 2007

GIANT STEP Double Pedal








Nah ini dia Double Pedal yang 'wah' bangat. Gw sangat beruntung bangat bisa coba nih pedal. Thanks to Ferry Armand dari MG music yg telah bersedia meminjamkannya.

Langsung aja, pedal ini tiba di kamar kos gw hari Senin, 17 September 2007. Karena satu dan lain hal baru bisa di posting sekarang (bilang aja males bro, hehehe).

Begitu tiba di kamar, tanpa sempat menggunakan celana dalam, langsung aja gw bongkar dari dosnya dan gw set di practice pad BD gw. Untuk pemasangan, pedal ini bisa dibilang sangat mudah. Salah-satu fiture yg membedakannya dengan kebanyakan pedal lain adalah 'Docking station', attc yg akan menempel pada BD dan 'Smart connect System', kancing yg ada pada pedal. Tinggal menarik knop, pedal sangat mudah dan cepat di pasang pada bas drum. Wow!

Setelah pedal secara kesuluruhan terpasang pada pad, langsung aja gw coba mendrill di atas boardnya. Ini hal kedua yg buat gw takjub. Sangat ringan dan pas bangat di kaki, padahal ini double chain, tapi rasanya kek menggunakan strap. Belakangan gw baru tahu kalo ini pedal yg sama yg di gunakan Thomas Lang saat klinik tour di Indo. Padahal dari perdal itu dikeluarkan dari box sampe dipake oleh Thomas, sama-sekali gak di kotak-katik. Berarti masih bawaan pabrik, tapi sudah enak begitu.

Selain itu juga, boardnya bisa dimaju-mundurkan, namanya 'Splitboard'. Ini membuat kita dapat mengatur keseimbangan secara leluasa. Tapi ini bukan hal baru, karena pada Eliminator (double pedal Pearl) terdapat hal yg serupa, walopun tidak sama persis.

Selain itu, 'Rotation Pendulum' dan 'Power Rod' membuat punch yg dihasilkan pedal ini sangat powerfull, padahal pedal ini sangat ringan (walopun bisa diatur sesuai selera).

Sayang, pedal ini tersangkut pada isue model dan harga. Pada disain, banyak drummer yg mengeluhkan fiture yg disebut 'Targets', lingkaran pada boardnya. Konyol karena bentuk ini dianggap fiture. Selain itu board ini bisa dibilang kasar, apa lagi potongan pada boardnya kasar, sehingga lupakan menggunakan teknik slide dengan telanjang kaki. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak ada barang yg berasal dari eropa itu murah, termasuk pedal ini. Untuk Indonesia di patok tidak kurang dari 8juta rupiah, bahkan sedikit lebih mahal dari DW titanium 9002.

Kesimpulannya, secara kesuluruhan, ini pedal yg profesional. Bagi yg memiliki duit berlebih, tidak akan kecewa dengan pedal ini. Trust ur feel.
Read More

Rabu, 19 September 2007

Stick yg enak dipakai




H
al berikut yang penting juga selain latihan adalah stick drum. Ini semacam tools untuk memainkan drum. Sangkin pentingnya, kita bisa latihan drum tanpa drum set, namun akan teramat sulit berlatih drum tanpa stick drum.


Masalah yang muncul adalah bagaimana memilih stick yang tepat secara individu. Sehingga muncul pertanyaan, 'Stick yg enak dipake?'.


Hm ini relatif bangat. Namun untuk bisa memilih stick yg baik dan cocok secara individu, kita harus tahu fungsi stick lebih dahulu.

Fungsi stick bisa di lihat dari bentuknya. Stick yang paling umum kita kenal dan dapat dijumpai, adalah wood stick. Namun saya sendiri lebih condong menyebutnya stick konvensional. Kenapa? Karena tidak semua stick semacam ini terbuat dari 'wood'/kayu, karena ada juga yang terbuat dari viber dan metal (Bukan. Bukan genre musik).


Selain stick konvensional, ada pula brush stick. Stick ini kebanyakan di gunakan dalam Balad, soft swing. Namun perkembangannya tidak harus genre tertentu. Bentuk stick ini seperti sapu. Ada yg bisa masukan dalam badan stick, ada juga yg tidak. Bahannya juga bisa macam-macam, namun paling umum berbahan baja.





Selain itu a
da mallet. Ini di gunakan untuk mendapatkan efek suara timpani atau kresendo di simbal. Bentuknya pun bervariasi. Ada yang terintgrasi dengan stick konvensional, ada juga yang independen.





Anyway karena stick konvensional adalah stick yang primer dalam drumming, jadi kita akan membahas ini dalam posting k
ali ini. Ukuran, bahan, bahkan bentuknya sangat berfariasi sekali.


Kita mulai dari ukuran. Ini biasanya diwakili dengan kode-kode tertentu (kombinasi numerik-alpha). Sampai sekarang juga saya tidak tahu dengan pasti mengenai standar pengkodean stick selama ini (dan ini tetap menjadi misteri bagi kita semua). Cuma pengkodean semuanya itu menyangkut diameter stik, dan bukan panjang pendeknya. Karena setiap merek stick, walopun sama-sama 7A, memiliki panjang yg berbeda (ini yg
membuat semakin menjadi misteri).

Dari pen
gamatan dan penglaman saya, saya menyimpulkan dua teori mengenai pengkodean stick.
1. Semakin kecil angkanya, berarti semakin besar diameternya.
2. N
amun terbalik untuk hurufnya. Semakin menjauh dari A, berarti semakin besar pula diameternya.

Contoh:
7A memiliki diameter 0.535" s/d .540". Ukuran stick 5A lebih besar lagi diameternya, dari 0.551" s/d
0.575". (tahu kan kenapa nih stick paling sering di pakai, soalnya jarak diagonalnya paling besar). Ada pula 3A dengan diagonal 0.580" dan atau 2A dengan diagonal 0.580".

Stick 5B, walaupun sama-sama 5, namun lebih besar dari 5A. Stick 5B dimulai dengan 0,59", biasanya samapi 0,610". Begitu jg dengan 2B yang memiliki ukuran diatas 0,630".

Sayangnya anomali terjadi begitu ada ukuran 8D buatan VicFirth. Seharusnya kan ukurannya sangat besar sekali -- dan seharusnya gak ada (karena sudah pasti ukurannya jauh di atas B). Namun 5D memiliki diagonal 0,540" -- malah lebih kecil dari 5A??!

Begitu jg dengan F1 (entah ini sekedar mirip dengan balap Formula, atau memang ada kaitannya), yg memiliki diagonal 0,580".



Ok kita tinggalkan keanomalian stick tsb. Sekarang masuk dalam anatomi stick. Ada empat bagian dalam stick konvensional: top (kepala), shoulder (bagian yg mengecil), shaft (badan stick), dan butt (bagian bawa stick; bagian paling jauh dari tip). Kebanyakan anatomi stick hampir sama, kecuali bagian tip-nya. Bentuk tip juga memiliki pengaruh dalam feel bermain dan sound drum set.




Di pasaran sih ada 4 bentuk: oval, ball, teardrop, dan acorn. Masing2 memiliki sound yg berbeda, khususnya saat memukul menggunakan tip stick. Sangat signifikan saat riding di ride. Poin kecil, namun cukup mengganggu jika tidak terbiasa. Saya sendiri terbiasa yang ball, dan sangat menghindari yg teardrop (entah kenapa gw gak cocok bangat dengan yg ini).







Terakhir bahan stick. Pada umumnya, ada 3 jenis kayu yg umum -- di luar kayu eksotik (baca kayu Indo.red), fiber, dan metal (biasanya hanya untuk latihan). Ketiga kayu tsb:

1. maple, paling ringan dan paling lunak dari yg lain. Maklum bagian yg dijadikan stick adalah bagian atas, or ranting. Beberapa orang mengalami kendala karena tidak 'serasa' memegang stick kayu. Ya tapi ini selera.

2. Japanes Oak (gw gak tau kenapa pake embel2 japanes, apa memang hanya oak dari jepang aja yg bagus untuk stick?), ini kayu yg paling keras dari yg lain. Beratnya juga medium, cuma sound yg dihaslikan agak kasar di drumset.

3. hickory. Ini yg paling populer. Bisa dibilang ini yg paling all around. Cuma biasanya orang yg sudah PW pake maple, or oak, mengeluh agak berat menggunakan hickory. Ya tapi kembali lagi keselera.

Saran saya, trust ur feel, and ur ear. Kamu harus coba sendiri semuanya, termasuk ukuran dan lain sebagainya. Pertimbangkan juga genre yg kamu mainkan. Contohnya, saya terbiasa memakai 5A, dan mengalami kesulitan saat bermain fast-swing, bebop. Ternyata kendalanya di stick, sehingga saya menggunakan 7A untuk fast-stick. Jadi terkadang saya butuh beberapa stick yg berbeda dalam situasi dan kondisi yg berbeda.

Read More

Selasa, 28 Agustus 2007

Mengatas Rasa Gugup saat Bermain

Beberpa waktu lalu di sebuah forum musik tanah air, seya membaca sebuah topik yang saya rasa cukup bagus. Isi topik tsb, bagaimana mengatasi rasa gugup sebelum manggung. Ini mengingatkan saya kembali beberapa tahun lalu saat saya membaca sebuah buku dengan judul asli 'The Best of Concepts', penulis Roy Burns, master drummer era 60an. Buku ini sempat di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk pertama kali oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2003, dg judul 'Mau Jadi Drummer Profesional? ini Panduannya!' (kenapa judul Indonesianya norak bangat ya).

Menurut saya buku ini terlalu bagus dan sangat sayang di lewatkan untuk di baca oleh drummer manapun.

Anyway, disalah-satu babnya dia menyinggung mengenai Konsentrasi. Kemampuan berkonsentrasi dan mempertahankan perhatian sekalipun diserang rasa takut or tertekan amat sangat penting dan dibutuhkan oleh, baik musisi yg profesional maupun become profesional.

Misalnya jika kita gugup pada saat sesi rekaman or audisi, makan kita akan kehilangan konsentrasi. Kita berharap, "semoga aku tidak melakukan kesalahan", namun justru kita akan tenggelam dalam pikiran tsb dan akhirnya malah kita melakukan kesalahan dan menjadi lebih gugup dan lebih banyak membuat kesalahan lagi.

Beberapa orang (dan terkadang juga saya sendiri) membangun self confidance dengan berlatih dan mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya akan bermain dg baik. Sering kali ini menolong sebelum akhirnya saya tenggelam dalam rasa percaya diri berlebih karena dilakukan terlalu sering dan tidak realistis.

Biasanya saya jadi over confidance sehingga berakhir menjadi permainan 'semau gue'. Dengan kata lain, bermain secara berlebihan karena saya yakin diri saya benar-benar hebat.

Nah saran mr Burns ini benar-benar ok bangat (dan sudah teruji dan terbukti. Jadi kunjungi segra otlet-otlet kami).

Dia mengatakan metodeh termudah (yang sebenarnya tidak mudah) adalah meningkatkan kemampuan berkonsentrasi.

Ketika kita sungguh2 berkonsentrasi, kita tidak akan menjadi percaya diri secara berlebihan atau sebaliknya, tidak percaya diri; semata-mata mata kita berfokus pada tugas yg harus di kerjakan. Ketika kita berkonsentrasi total, tidak ada ruang bagi rasa gugup/takut or sebaliknya, over confidance.

Jangankan biarkan pikiran mengambang or melayang-layang, ini bukti bahwa kamu sedang tidak berkonsentrasi. Misalnya saat sedang latihan, sso mengtakn sst kepadamu lalu kamu berkata, "sori, ngomong apa tadi?". Itu artinya kamu berada di tempat lain, artinya kamu sedang tidak konsen, artinya kamu melamun.

Konsentrasi membuat kita peka, ware dengan kondisi sekitar kita. Misal saat sso menodong kamu dengan pisau, tidak mungkin pikiranmu dibiarkan melayang. Kamu pasti berusaha berkonsentrasi agar dapat keluar dari situasi tsb dengan selamat; kamu akan lebih peka dan beware dengan kondisi sekitarmu.

Jadi lupakan ketakutanmu dan berkonsentrasi agar bisa bekerja lebih baik. Katakan pada dirimu, "aku ada dlm situasi ini karena mereka mpercayaiku. Karena itu aku akan berkonsentrasi penuh pada musik&permainanku. Dengan begitu aku bisa melakukan yg terbaik dalam kondisi ini".

Namun konsentrasi pun tidak secara ajaib menghilangkan rasa takut&tekanan, itu sangat sulit. Bagi saya bukan ide yg bagus. Seperti contoh di todong pisau, rasa takut itu memliki sisi baik yg membuat kita lebih siaga. Rasa takut&tertekan itu wajar, namun kita harus mengatasi emosi-emosi tsb sehingga kita tidak perlu melakukan kesalahan yg tidak perlu (karena ada jg kesalahan-kesalahan yg perlu).

Beberapa tips mengenai konsentrasi:

· Konsentrasi adl keterampilan yg bisa dan harus dikembangkan. Belajar memfokuskan perhatian pd hal-hal yg penting

· Kita akan sangat mudah berkonsentrasi pd hal-hal yg menarik. Kita tidak bisa memaksa diri utk fokus trhdp hal yg tidak menari bagi kita, seperti fokus menonton cacing gulat. Jika kita sulit berkonsntrasi tanyakn pd dirimu, "kenapa situasi ini penting bagiku? Apa keuntungan bagiku?". Ini akan mbuat kita lebih fokus.

Tidak ada jalan pintas or formula ajaib. Konsentrasi tidak menggantikan bakat, keterampilan, latihan, atau pengalaman, namun konsentrasi membantu agar semuanya itu bisa kamu keluarkan dlm situasi takut&tertekan. Konsentrasi membantumu melakukan yg terbaik di bawa tekanan. Tampil dg baik di bawa tekanan adl kunci penting utk menjadi profesional.

Satu hal lagi: bahkan jika kamu buka drummer yg luar biasa, belajar konsentrasi akan membantumu menjadi lebih baik dg memberikan yg terbaik. Yang terbaik adl yg bisak kamu lakukan. Dan itu sangat penting bro!




_____________________
topik diketik menggunakan iP990
Read More

Kamis, 23 Agustus 2007

Review: Boss DB60



Minggu lalu saya order sebuah metronom untuk tingkat menengah ketas. Nama produknya Boss Doctor Beat 60. Saya sendiri trima barangnya kemarin. Thank u untuk pak Valen.

Dimulai dari kelengkapannya:
-metronomenya sendiri
-manual booknya
-sarung metronome dari kain
-sepasang batre AAA

Fiture yang tersedia cukup lengkap untuk sebuah metronome menengah ke atas. Sebut saja, pengaturan sound utk aksen, 4th note, 8th note, 16th note, bahkan triplate. DB60 memiliki fiture bloking birama, contoh 3/4 + 4/4, or 5/4+7/4, ect. Fiture ini juga dimiliki kakak-kakaknya DB88 dan DB90. Fiture lainnya lagi yang serupa dengan kakak-kakaknya, yaitu memori. DB60 memiliki 8kanal memori untuk menyimpan metronome, rhytm, dan kombinasi-kombinasi lainnya.

Selain fiture stopwatch dan tunning, ada fiture unik lainnya, yaitu rhytm groove, seperti yang ada pada keyboard. Walopun suaranya hanya dalam bentuk mono, namun lumayan menghiburlah. Kualitas suara juga lumayan ok. DB60 juga dilengkapi dengan jack utk earphone 3,5mm, interface yang sangat umum digunakan. Satu lagi, stuff ini punya kaki, sehingga bisa berdiri dengan sudut sekitar 60derajat (liat gambar atas). Walaupun sederhana, namun sangat membantu untuk beberapa situasi.

Tapi belum dapat di rekomendasikan untuk rekaman serius. Selain itu metronome ini sangat best value, apa lagi untuk menemani latihan harian, lebih dari cukup. Dengan kisaran harga di 500ribuan, sudah bisa memiliki fiture-fiture metronome dengan harga 1juta. Pretty cool hu!
Read More

Art of Practice

Tulisan pertama untuk blog ini di mulai dari latihan. Selain latihan drum, juga latihan menulis blog yang baik. Ok, let we start.

Hal yang tidak pernah berhenti kita lakukan sepanjang hidup kita salah-satunya adalah berlatih. Bahkan bagi seorang atlit yang telah pensiun pun, mereka masih terus berlatih, walaupun tujuan dan manfaat yang mereka peroleh berbeda-beda. Namun ironisnya sering kali kata ini menajdi kata yang sangat menjengkelkan untuk di dengar.


Sering kali murid-murid saya (dalam drum private) atau teman-teman saya bertanya, Bagaimana cara melatih tangan kiri? Bagaimana cara melatih kick motion? Biasanya jawaban saya, atau jawaban semua drummer pada umumnya itu membuat mereka menari nafas panjang atau malah jengkel. ’Latihan’. Mereka sudah tahu jawabannya, benar, dan memang hanya ada satu jawaban, yaitu latihan. Namun kenapa acap kali hasil yang di dapat dari berlatih bisa berbeda-beda? Satu kata yang dilakukan smua drummer, namun hasilnya bebeda. Banyak yang berkata sudah berlatih sekian jam tapi hasilnya tidak ada, malah tidak sedikit yang jenuh dan tertekan saat berlatih.


Sering kali latihan menjadi momok karena kebanyakan dari kita tidak tahu apa yang mau kita lakukan di ruang latihan, dan akhirnya terperangkap dalam labirin latihan yang tidak habis-habisnya tanpa hasil. Kita masuk ruang berlatih dengan ekspektasi yang besar untuk satu tujuan, namun saat berada di tengah-tengah ruangan berlatih, kita tidak tahu harus melakukan apa untuk mencapai apa yang kita inginkan. Akhirnya waktu kita berjam-berjam sebenarnya di pakai untuk ’bermain’ dalam ruang lingkup latihan, dan diakhir sesi latihan, kita mengatakan ke diri kita bahwa kita telah berlatih 4jam namun sebenarnya kita tidak mendapatkan kemajuan yang berarti dari hari kemarin. Apa yang harus kita perhatikan agar sesi latihan itu efektif dan membangun kemampuan kita, memperoleh apa yang kita inginkan?


Beberapa tips yang bisa saya bagikan disini, khususnya ini bekerja terhadap saya, dan saya harap juga kepada anda sekalian.


Pertama-tama tentukan tujuan. Apa yang ingin kamu dapatkan dalam sebuah latihan. Tanpa tujuan, sebuah perjalanan menjadi sangat panjang tanpa henti dan membosankan. Tujuan ini yang mbuat kita dapat terus berjalan saat segalanya menjadi susah. Contoh, jika kita berlatih samba, itu merupakan sebuah tujuan. Jangan keluar dari sesi latihan, sampai tujuan tsb tercapai. Terlihat sepele, namun ini lah yang bisa menolong kamu keluar dari sesi latihan dengan hasil yang diimpikan. Sesungguhnya inilah bagian yang menyenangkan dari latihan.


Hal berikutnya yang perlu di lakukan sebelum barlatih adalah mengambil waktu. Bukan menyisihkan waktu, namun menyediakannya secara khusus, bukan sekedar meluangkan waktu. Jika kita tidak menyediakan waktu yg sepantasnya untuk berlatih, jangan harap skill kita akan bertambah. Semakin banyak kita menabur waktu untuk sebuah hasil yang kita inginkan, maka semakin besar pula yang akan kita tuai dari hasil latihan tersebut, itu sudah sepantasnya. Kalo kita hanya meluangkan waktu lima menit di gymn, jangan berharap tubuh kita menarik dilihat rekan wanita di kantor. Walaupun di Men’s Health Indonesia terpampang judul besar-besar ’Membentuk Tubuh dalam 5menit Sehari’, percayalah itu hanya untuk membuat anda membelinya (termasuk juga saya). Sesungguhnya dibutuhkan lebih dari sekedar 5mrnit sehari untuk mendapatkan tubuh idaman anda (loh kok ini jadi ngebahas membentuk tubuh sih??!).


Setelah kita memliki tujuan dan waktu, apa lagi yang dibutuhkan? Sebuah Materi latihan. Di bawa ini beberapa bagian didalam materi latihan tsb. Tidak harus begini, tergantung kebutuhan, namun kira-kira beginilah acuannya.

  1. Pemanasan (10-15% dari waktu latihan), biasanya peregangan, rudiment nonstop sepanjang waktu pmenasan. Biasanya dengan tempo medium. Tidak usah cepat-cepat, karena tujuannya hanya untuk melemaskan otot-otot sebelum masuk dalam materi yang lebih berat.

  2. motion, cordination (20-35%), ini melatih kordinasi tangan-tangan, kaki-kaki, dan tangan-kaki. Biasanya ini yang paling sering ingin dilatih. Semisal double pedal, rudiment, dll. Ini termasuk kordinasi. Seperti kata Vinnie Coulaiuta, dan Akira Jimbo, drum is all bout rudiment, yang notabene merupakan kordinasi tubuh. Kordinasi tubuh tanpa motion tidak akan menghasilkan sebuah musik. Ini yang membedakan antara sekedar ’bunyi’ dengan musik.

  3. Pattern, groove (20-35%), selain kordinasi, kita perlu juga mengaplikasikannya kedalam sebuah pattern groove. Semisal yang kita sedang latih adalah fivestroke roll. Setelah menguasai kordinasi bentuk rudiement dan motionnya, kita belajar menerapkan dalam fill-in sebuah lagu.

  4. reading, hearing; selain mengaplikasikan kedalam sebuah pattern, kita perlu juga merubah pola-pola tsb. Semisal saat kita berlatih fivestroke roll di snare, kita perlu juga memindahkan ke tom-tom, or tom2-snare, or simbal-snare, dan banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita ciptakan. Ini tidak semata melatih kordinasi dalam drumset, namun juga melatih pendengaran kita dalam bentuk kordinasi suara yang berbeda. Tidak jarang saya sendiri sering dikejutkan dengan suara yang dihasilkan dengan sedkit saja perubahan dalam kordinasi drumset, secara pattern rudiment yang dimainkan sama. Selain itu juga belajar untuk menuliskan semua yang kita mainkan, dan memainkan semua yang kita tuliskan.


Porsi waktu tidak harus seperti diatas, bisa dirubah sesuai dengan porsi yang hendak di kuasai. Idealnya keempat poin ini ada dalam setiap sesi latihan, namun kendalanya sering kali poin-poin ini miss dikarenakan poin sebelumnya tidak dapat terselesaikan padahal sesi latihan kita sudah habis, dan saya sering mengalaminya. Biasanya saya akan membaginya dalam beberapa hari. Semisal hari pertama saya akan menyelesaikan poin no1 dan no2, dan hari brikutnya poin 3 dan 4. Setelah bentuk dari kordinasi tsb benar-benar saya kuasai, baru saya mencobanya dalam groove dan chart.

Selain itu ada beberapa hal juga yang patut diperhatikan saat berlatih, yaitu:

  1. sediakan handuk dan air mineral. Hal yang sepele, namun penting. Karena drumming termasuk ’olah raga’ dalam arti yang sesungguhnya, sehingga tubuh akan banyak mengeluarkan kringat untuk mendinginkan tubuh. Kalo bisa sehabis berlatih, mandi biar gak bau.

  2. Usahakn untuk berlatih dengan menggunakan metronom. Ini melatih kita untuk keep on tempo. Terlepas dari selera beberapa orang yang suka bermain musik tanpa tempo, berlatih perlu menggunakan tempo, agar tubuh ini tahu sedari dini apa itu tempo.

  3. Gabungkan beberapa latihan. Ini tips dari Thomas Lang yang kemarin baru Tour Klinik di Indonesia. Dia sarankan untuk menggabungkan beberapa materi dalam satu latihan agar ini menghemat waktu berlatih. Contohnya jika kita sedang berlatih singel stroke on pedal, usahakn juga utk memainkan groove pada tangan or rudiment. Sehingga kita mendapatkan beberapa hasil dalam satu waktu bersamaan.

  4. Usahakan untuk berlatih di depan cermin. Ini dapat memperlihatkan bagaimana motion dan body language kita saat bermain. Ini menjadi hal yang penting karena drummer tidak hanya didengar saja seperti pemain keyboard or vocalis, namun dilihat juga (survei majalah ’Hai’, drummer menempati urutan pertama yang ingin dilihat dalam sebuah band). Selain itu, belajar bermain di depan kaca membuat kita mengerti bahwa setiap drummer mungkin tidak ganteng, tapi banyak cewe cantik yang berebut pacaran sama kita. Syukuri anugrah tsb.

  5. Jika memungkinkan rekam hasil latihan anda, dan dengarkan bagaimana anda bermain. Apakah intonasinya jelas, stroke-nya rata atau tidak, bagaimana harmoni suaranya, dsb. Tapi jangan pernah memberikan rekaman latihan kita kepada produser!

  6. Fun and Creative. Namanya juga musik, harus kreatif dong, termasuk dalam berlatih. Ini yang membuat kita fun dalam berlatih. Sesi latihan harus menyenangkan, karena ingat sebelumnya, latihan itu hampir kita lakukan sepanjang hidup kita. Kalo tidak menyanangkan, hidup akan menjadi beban dan menyusahkan karenanya. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam kondisi yang tidak menyenangkan (baca latihan.red).


Kunci dari keberhasilan dari latihan adalah disiplin. Mendisiplinakn diri itu perlu, dalam hal apapun juga. Tidak ada hasil yang kita dapatkan tanpa disiplin. Belajar adalah cara kita mendisiplinkan diri terhadap sesuatu hal. Tidak ada belajar tanpa disiplin.

Read More